MANAJEMEN PEMELIHARAAN PERMESINAN TAMBAK DENGAN METODE FMEA DI PT. PULAU MAS KHATULISTIWA PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Main Article Content

Izhary Siregar
Fahmi Muhammad Hafidz

Abstract

Industri budidaya perikanan saat ini mengalami perkembangan cepat dengan dukungan teknologi peralatan dan permesinan yang memadai. Penggunaan perangkat permesinan ini tentunya harus diselaraskan dengan sistem maintenance yang baik. Jika perusahaan melakukan perawatan sebelum terjadinya kerusakan atau perawatan pencegahan, maka hal ini dapat menekan biaya operasional menjadi lebih kecil. Untuk itu, penelitian ini akan menganalisa sistem perawatan peralatan dan permesinan yang digunakan di PT. Pulau Mas Khatulistiwa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dengan mengukur variabel severity, occurrence, dan detection pada 3 (tiga) peralatan yaitu kincir air tambak, pompa celup dan genset. Pelaksanaan survei lapangan juga dilakukan dalam rangka mengamati langsung terkait cara kerja dan jam operasional permesinan yang digunakan pada kegiatan budidaya udang di PT. Pulau Mas Khatulistiwa tersebut. Pengukuran variabel severity, occurrence, dan detection serta menghitung RPN dilakukan untuk dapat memprioritaskan tindakan perbaikan berdasarkan dampak potensial dari kegagalan dan efektivitas control. Dari hasil penelitian yang dilakukan, Genset memiliki nilai RPN tertinggi yaitu 144 dengan failure mode pada kebocoran oli.


Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan Genset ditambak butuh penjadwalan untuk kegiatan perawatan mesin yang intensif dan menjadi prioritas tindakan perbaikan berdasarkan dampak potensial pemadaman listrik serta efektivitas kontrol yang ada.

Article Details

Section
Articles